sahabat
diriku senyata aroma kopi dan sesapan nikmatnya kali pertama datanglah, ku rindukan pula waktu-waktu itu datanglah, berbincanglah, tentang masa, kata, cita dan cinta datanglah, dengan secangkir kopi robusta
diriku senyata aroma kopi dan sesapan nikmatnya kali pertama datanglah, ku rindukan pula waktu-waktu itu datanglah, berbincanglah, tentang masa, kata, cita dan cinta datanglah, dengan secangkir kopi robusta
Api itu telah memercik dalam dadaku Menghantarkan nyala panas yang menjadikanku suluh dalam gelapmu Berpikirlah tentang aku maka kematian akan membebaskanmu Ya, lukamu telah membuatku kehabisan nafas Sedangkan kau penjara hatiku dalam tanganmu
terjatuh dalam taman merah jambu kembali merasai denyar itu pendar yang memenjara logikaku