Ini adalah sesuatu yang aku rasakan dengan pikiran, aku pikirkan dengan hati.
Buah karya kuda-kuda indraku, pergulatan akal sehat dan nurani yang kian dijernihkan oleh bisikan intuisi dari Dia-dikedalaman-jiwaku.

…Use your meta-mind to see, read & understand…

.

.

.

Mari Kemari, Datang..Datanglah

Mari kemari datanglah siapapun dirimu
Pengelana, Peragu, dan Pecinta mari..kemari datanglah
Tak penting kau percaya atau tidak..
Mari, kemari … datanglah

Kami bukanlah caravan yang patah hati …
atau pintu-pintu dari keputus asa-an,

Mari kemari datanglah…
Meski kau telah jatuh ribuan kali,
Meski kau telah patahkan ribuan janji,

Mari kemari…datang. .. datanglah sekali lagi…

(Mawlana Jalaludin Rumi)