Just Wondering…
Posted October 10, 2007 by chibi in dood (death). Leave a Comment | Edit
Heran aku dengan orang-orang yang memiliki kelima panca indara lengkap namun seolah enggan menggunakannya dengan baik dan benar
Heran aku dengan orang-orang yang memiliki sarana dan fasilitas yang lengkap bahkan canggih namun seolah enggan menggunakannya dengan baik dan benar
Heran aku dengan orang-orang yang dianugrahi kemampuan intelektual yang sangat tinggi namun seolah enggan menggunakannya dengan baik dan benar
Aku salut pada mereka yang meskipun cacat, tapi mampu memaksimalkan sisa indra yang mereka miliki dan menggunakannya dengan baik dan benar
Aku salut pada mereka yang hanya memiliki tenaga tapi mampu menggunakannya dengan baik dan benar
Aku salut pada mereka yang sedikit sekali memiliki kemampuan intelektual tapi memiliki kemampuan emosi dan spiritual yang baik dan benar
Jika aku boleh menyesal
Aku menyesal telah diberi mata untuk melihat raga fisik lahiriah semata
Aku menyesal telah diberi penciuman untuk mencium bau busuk yang menyesakkan
Aku menyesal telah diberi mulut untuk memuntahkan sumpah serapah dan caci-maki
Aku menyesal telah diberi kedua telinga untuk mendengarkan fitnah-fitnah yang kejam
Aku menyesal telah diberi kedua tangan untuk memukul wajahnya
Aku menyesal telah diberi kedua kaki untuk melangkah ke tempat-tempat maksiat
Aku menyesal telah diberi kulit untuk menutupi kebusukkan didalamnya
Dari kesemuanya aku menyesal memiliki hati yang dingin dan nurani yang dibekukan oleh indraku
Aku ingin seperti dia
Ia miliki mata untuk melihat kebaikan pada setiap kejahatan
Melihat kecantikan dibalik setiap keburukan
Melihat kehidupan dibalik setiap kematian
Aku ingin seperti dia
Ia miliki penciuman untuk membaui setiap keagungan
Mencium keharuman yang disebarkan ketulusan dan kebaikan
Mencium kehidupan dan kematian di saat yang bersamaan
Aku ingin seperti dia
Ia miliki mulut yang selalu tersenym
Berbicara mengeluarkan kata-kata yang menenangkan
Berbicara mengeluarkan kata-kata maaf-memaafkan dan terima kasih
Berbicara dengan lembut dan bijaksana
Berbicara dari hatinya, tanpa harus melukai perasaan orang lain
Berbicara tentang kehidupan dan kematian dengan cara yang paling menawan
Aku ingin seperti dia
Ia miliki kedua telinga yang mendengar nyanyian alam yang membawa kedamaian
Mendengar kebenaran diantara kebohongan-kebohongan
Mendengar tanpa langsung mempercayai
Mendengar meski tak pernah mengerti apa yang ia dengar
Mendengar aba-aba bahwa sang sakala akan segera ditiupkan
Aku ingin seperti dia
Ia miliki kedua tangan yang digunakan untuk memeluk dan membelai
Digunakan untuk membantu berdiri
Digunakan untuk membimbing hidup orang lain
Digunakan untuk menuntun hati orang lain
Kedua tangan yang digunakan untuk menengadah kepadaNya
Aku ingin seperi dia
Ia miliki kedua kaki yang digunakan untuk melangkah ke surau
Melangkah ke tempat kebenaran
Bisa menekuk dan merendah untuk mensejajarkan dirinya dengan orang lain
Melangkahkan kaki ke satu arah pasti; ke arah Penciptanya
Aku ingin seperti dia
Ia miliki kulit yang tak pernah sedikitpun menutupi cela di tubuhnya
Miliki kulit yang membungkus keteguhan dan ketegaran hatinya
Membungkus kerapuhan dirinya dengan jubah keberanian
Membungkus dirinya dari kedinginan dan kejahatan semesta
Kulit yang begitu transparan, karena tidak ada yang perlu disembunyikan
Kulit yang begitu merindukan kebersatuannya dengan tanah; asal mula ia diciptakan
Dan dari kesemuanya aku ingin seperti dia yang memiliki hati yang paling putih
Hati yang selalu dibersihkan dengan mata yang mampu melihat kebenaran yang hakiki
Hati yang selalu dicuci dengan telinga yang mampu mendengar rintihan derita orang lain
Hati yang selalu dibasuh dengan perilaku yang memberi dan mengasihi
Hati yang selalu dimurnikan dengan untaidan doa-doa dan puji-pujian padaNya
Hati yang selalu dialiri oleh air wudhu, saat yang lainnya nyenyak terlelap
Hati itu selalu mengingat bahwa pada setiap bangun adalah sebuah kehidupan
Hati itu selalu mengingat bahwa pada setiap tidur adalah sebuah kematian
Hati yang selalu mengingat bahwa akan datang hari dimana ia kan tertidur selamanya
Tapi ia tahu, ia akan dibangkitkan kembali dalam keabadian yang paling sejati


