tanpa aku sadari
aku memang sombong
.
memisah-pilah sekenanya
memecah-belah sesukanya
bersimpuh dalam riuh
mencari titik jenuh
dalam sedu menyeluruh
Qolbu ku yang telah Kau sentuh..
tak punya tulang leher untuk berpaling
teriak, kau panggil pun percuma
hanya bisa berjalan ke muka
dan berhenti jika ITU berbunyi
jika Malam itu Kamu
datanglah Senja ini
selepas tidur Siangku
aku tak pandai merangkai bait lugu
tak pula lihai bersimpuh dalam pilu
tapi aku mengetuk hatiMu
.
ragu-ragu
(BUKAN SIAPA-SIAPA)
“Aku tahu, dia Ali! Dia Ali!”
“Tahu darimana kamu?”
“Lihat! Pedangnya bermata dua! Dia Ali, dia Ali”
“…”
.
Dalam frame yg sama-sama kita lihat itu
Tampak sebuah pedang dengan mata pedang ganda
Wajah si pemilik tak tampak sama sekali
.
Aku kalah dari seorang bocah berusia lima tahun
“Dia Ali!”
“Dia Ali!”
read more…
Aku rindu
Kala malam-malam kau datang bercengkrama denganku
.
Tentang hidupmu
Tentang mahluk-mahluk yang kau jumpai
Tentang angin, tentang pantai dan senja yang indah
Tentang duniamu yang begitu sempurna
Dengan sungai-sungai yang mengalir dibawahnya
.
Adakah kau mendengar sesuatu
Tentang Duniaku?
. read more…
jika kamu masih punya sebelah mata untuk memperhatikannya
mengapa bukan aku?
jika kamu masih punya sebelah telinga untuk mendengarkannya
mengapa bukan aku?
jika kamu masih punya sebelah tangan untuk menggandengnya
mengapa bukan aku?
jika kamu masih punya sebelah kaki untuk menopangnya
mengapa bukan aku?
.
meski begitu
kuberikan sebelah mataku untuk ganti sebelah matamu yang memperhatikannya
kuberikan sebelah telingaku untuk ganti sebelah telingamu yang medengarkannya
kuberikan sebelah tanganku untuk ganti sebelah tanganmu yang menggandengnya
kuberikan sebelah kakiku untuk ganti sebelah kakimu untuk menopangnya