condolences

Minggu ini berakhir dengan kematian memilukan seorang penyula bangsa, sais muda yang bertalenta, dan seribu pasang mata yang tak sempat mengucap cinta.

Kepada mereka terusung doa,

“Damailah bersamaNya wahai jiwa-jiwa”

 

Letting Go

 

Untukmu yang merasa sendiri karena ditinggalkan, dengarlah ini ya?

Sadarilah bahwa untuk beberapa saat engkau akan berlaku agak aneh, yaitu merasa bahwa engkau hanya sendiri di dalam hidup ini, dan bahwa dunia ini kosong dari apa pun yang bisa menggembirakanmu.

Cobalah ingat, betapa cerianya engkau dulu sebelum dia datang dan membuatmu jatuh cinta kepadanya?

Bukankah engkau dulu mampu untuk hidup mandiri dan bebas untuk bergembira di mana pun dan dengan siapa pun?

Apakah dia demikian hebatnya, sampai-sampai engkau berlaku menistakan nikmat Tuhan yang amat sangat luas ini?

Jangan sampai engkau ditanya:

… nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau nistakan?

Jangan sampai engkau tidak mendapatkan yang tidak baik bagimu sekarang, dan membatalkan kepantasanmu untuk mendapatkan belahan jiwa yang sesuai bagimu jika engkau berbaik sikap?

Apakah sesungguhnya engkau sedang menistakan rencana Tuhan bagi jiwa yang lebih baik, karena engkau tak kunjung membijak kehilangan yang tidak baik?

… nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau nistakan?

Sudahlah. Lupakanlah dia.

Dulu engkau berbahagia tidak mengenalnya, dan engkau bisa tetap berbahagia setelah pernah mengenalnya.

Perlakukanlah dia sebagai yang pernah kau cintai, seperti keikhlasanmu menerima semua kehilanganmu selama ini.

Pantaskanlah dirimu bagi belahan jiwa yang lebih baik.

Sesungguhnya,

Keindahan yang kau dapat, sesuai dengan keindahan yang kau upayakan.

 

http://www.el3mentsofwellness.com

 

Mario Teguh

Sobri

bersabarlah

bersabarlah

bersabarlah

fajar akan

merekah dengan cerahNya

merengkuhmu dengan indahNya

memelukmu dengan hangatNya

melingkupimu dengan kasihNya

sahabat

source: http://healthylifecarenews.com

diriku senyata aroma kopi dan sesapan nikmatnya kali pertama
datanglah,

ku rindukan pula waktu-waktu itu
datanglah,

berbincanglah,
tentang masa, kata, cita dan cinta

datanglah,
dengan secangkir kopi robusta

gevangene

Api itu telah memercik dalam dadaku

Menghantarkan nyala panas yang menjadikanku suluh dalam gelapmu

Berpikirlah tentang aku maka kematian akan membebaskanmu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ya, lukamu telah membuatku kehabisan nafas

Sedangkan kau penjara hatiku dalam tanganmu

11 suku untukmu

terjatuh dalam taman merah jambu

kembali merasai denyar itu

pendar yang memenjara logikaku

.u.j.i.

Sakitku merenggut kilasan-kilasan ingatanku
Kadang aku bersyukur, kadang aku merintih
Karena duka dan suka itu juga milikku
Terlalu jauh ingatan itu kuraih
Bagai buih, berlalu bersama gelombang waktu

 

 

Semoga sakit menggugur khilaf dan alpa, memberi ajaran dan teguran
Manusia dapat terluka dapat pula bangkit daripadanya
Mengambil hikmah, memetik buah sabarnya
Amin

reminiscence

Terkenangkan masa lalu…
Waktu yang terbingkai dalam indahnya kenangan
Berbilang rasa
Buncah bahagia pun air mata
Kala memandangnya
Lukisan gema hati
Masa kecil yang penuh arti

 

sumber foto: situslakalaka.blogspot.com

padamu negeri

sumber foto: poskopmimalut.blogspot.com

hanya bisa menitip setitik mata air dari ngarai luka
untuk negeriku
ku munajatkan doa
dalam dada kami, anak-anak negeri
masih ada asa membumbung tinggi

Maulid

di hari penuh berkah ini
hari dimana Rasulullah SAW dilahirkan
salam dan shalawat tercurah pada beliau
semoga cahayanya senantiasa menuntun kita
agar kelak di hari perhitungan
dapat diseru dalam barisan umatnya,
diperkenankan menatap indah wajahnya.
dan melepaskan dahaga dari uluran tangannya sendiri

 

amin allahumma amin

 

 

(15 februari 2011)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.